Melanggar no contact? Ini yang bisa kamu lakukan sekarang
Kamu chat dia, menelepon, atau ketemu dia. Yang perlu dilakukan dalam satu jam ke depan, apa artinya dan apa yang bukan, dan cara mulai lagi tanpa rasa malu.
Pesannya sudah terkirim. Atau kamu mengangkat teleponnya, atau ujung-ujungnya kamu ada di rumahnya. Sekarang hatimu mencelos, dan mungkin ada suara yang bilang kamu sudah merusak segalanya. Sebenarnya tidak. Melanggar no contact sering terjadi, dan apa yang kamu lakukan selanjutnya lebih penting daripada yang sudah terjadi.
Dalam satu jam ke depan
- Jangan kirim pesan kedua untuk menjelaskan atau menarik kembali pesan pertama.
- Kamu tidak perlu begadang menunggu balasan. Taruh ponselmu di ruangan lain malam ini.
- Kalau kamu hampir mengirim pesan susulan, tahan diri selama 10 menit dulu.
- Kalau masih ada yang ingin kamu katakan, tulis di tempat yang tidak bisa terkirim.
Apa artinya, dan apa yang bukan
Ini umum. Dalam satu studi pada dewasa muda, hampir separuhnya pernah putus lalu balikan setidaknya sekali.1
Tapi ini juga bukan hal sepele. Dalam beberapa studi, kontak dengan mantan sejalan dengan rasa cinta dan sedih yang memudar lebih lambat, dan lebih banyak kontak tatap muka memprediksi rasa tertekan yang lebih besar berbulan-bulan kemudian.2 3 Itulah alasan untuk kembali ke no contact, bukan alasan untuk menyerah.
Kalau sebagian dirimu berpikir “mungkin kita harus coba lagi”, perlu diketahui bahwa hubungan yang terus putus-sambung cenderung membawa lebih banyak ketidakpastian dan lebih banyak masalah komunikasi, dan siklus putus-sambung itu sejalan dengan lebih banyak kecemasan dan depresi.4 5
Memulai lagi
Mulai hitung lagi dari hari ini. Di nocnt, kembali ke hari pertama tetap menyimpan hari-hari sebelumnya di Riwayat. Waktu itu tidak sia-sia. Dan melihat profilnya sama sekali tidak mereset hitunganmu.
Lalu lihat apa yang terjadi tepat sebelum kamu kelepasan: jam berapa, minuman, sebuah lagu, tanggal tertentu, pesan darinya. Dari situlah dorongan berikutnya akan datang, jadi di situlah kamu perlu menambah hambatan. Bisukan atau arsipkan chat-nya, lepas pin-nya, dan buat cek profilnya butuh lebih banyak langkah.
Ada dua hal yang cenderung membantu orang untuk move on. Dalam satu studi, menerima bahwa hubungan sudah berakhir menjadi salah satu alasan kesedihan sebagian orang mulai reda lebih cepat.6 Dan dalam studi pada orang yang sedang bercerai, mereka yang membicarakan perpisahannya dengan lebih banyak welas asih pada diri sendiri mengalami lebih sedikit pikiran mengganggu tentang perpisahan itu, bahkan sembilan bulan kemudian.7 Menyalahkan diri sendiri karena kelepasan tidak akan membantumu bertahan lain kali.
Kalau dia yang menghubungi duluan
Kamu tidak wajib langsung membalas. Kalau kalian punya anak bersama, bekerja bersama, atau tinggal serumah, batasi pada hal yang memang perlu dibicarakan, secara tertulis kalau bisa. Selengkapnya ada di aturan no contact.
Kalau dia menekanmu, atau kamu merasa tidak aman, keselamatanmu yang utama. Di AS, National Domestic Violence Hotline bisa dihubungi di 1-800-799-7233, atau kirim SMS START ke 88788.8
Kapan perlu mencari bantuan lebih
Kalau suasana hati yang murung, susah tidur, atau merasa tidak sanggup menjalani hari berlangsung berminggu-minggu, bicarakan dengan dokter atau terapis. Kalau kamu sedang dalam krisis atau terpikir untuk menyakiti diri sendiri, telepon atau kirim SMS ke 988 di AS, atau cari layanan bantuan di negaramu di findahelpline.com.
Sumber
-
Halpern-Meekin, S., Manning, W. D., Giordano, P. C., & Longmore, M. A. (2013). Relationship churning in emerging adulthood: On/off relationships and sex with an ex. Journal of Adolescent Research, 28(2), 166–188. doi.org/10.1177/0743558412464524. 792 dewasa muda. ↩
-
Sbarra, D. A., & Emery, R. E. (2005). The emotional sequelae of nonmarital relationship dissolution: Analysis of change and intraindividual variability over time. Personal Relationships, 12(2), 213–232. doi.org/10.1111/j.1350-4126.2005.00112.x. 58 dewasa muda selama 28 hari; korelasional. ↩
-
O’Hara, K. L., Grinberg, A. M., Tackman, A. M., Mehl, M. R., & Sbarra, D. A. (2020). Contact with an ex-partner is associated with psychological distress after marital separation. Clinical Psychological Science, 8(3), 450–463. doi.org/10.1177/2167702620916454. 122 orang dewasa yang baru berpisah; efeknya hanya berlaku pada orang yang tidak punya anak. ↩
-
Dailey, R. M., Pfiester, A., Jin, B., Beck, G., & Clark, G. (2009). On-again/off-again dating relationships: How are they different from other dating relationships? Personal Relationships, 16(1), 23–47. doi.org/10.1111/j.1475-6811.2009.01208.x. ↩
-
Monk, J. K., Ogolsky, B. G., & Oswald, R. F. (2018). Coming out and getting back in: Relationship cycling and distress in same- and different-sex relationships. Family Relations, 67(4), 523–538. doi.org/10.1111/fare.12336. 545 orang; korelasional. ↩
-
Sbarra, D. A. (2006). Predicting the onset of emotional recovery following nonmarital relationship dissolution: Survival analyses of sadness and anger. Personality and Social Psychology Bulletin, 32(3), 298–312. doi.org/10.1177/0146167205280913. 58 dewasa muda. ↩
-
Sbarra, D. A., Smith, H. L., & Mehl, M. R. (2012). When leaving your ex, love yourself: Observational ratings of self-compassion predict the course of emotional recovery following marital separation. Psychological Science, 23(3), 261–269. doi.org/10.1177/0956797611429466. 109 orang dewasa yang sedang bercerai. ↩
-
National Domestic Violence Hotline, thehotline.org. Gratis, rahasia, 24/7. Jika dalam bahaya langsung, telepon 911. ↩
